Brad Binder BMW resmi memilih jalur baru dalam kariernya: pembalap asal Afrika Selatan itu akan bergabung dengan ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team pada musim 2027. Langkah ini menandai peralihan dari ranah MotoGP ke kejuaraan berbasis superbike produksi, sekaligus mengakhiri periode Binder di kelas premier.

Pembalap berusia 30 tahun itu dipastikan akan menjadi rekan setim Miguel Oliveira di tim pabrikan BMW. Keputusan ini juga menutup babak kemitraan panjang antara Binder dan pabrikan yang selama ini identik dengan namanya, sebelum ia memulai tantangan baru bersama BMW.
Brad Binder BMW: dari MotoGP ke WorldSBK
Pemindahan Binder ke tim pabrikan BMW akan membuatnya memulai kampanye WorldSBK pertamanya pada 2027, di atas BMW M 1000 RR. Peralihan ini berarti Binder akan meninggalkan motor prototype MotoGP dan beralih ke superbike berbasis produksi untuk bersaing dalam format kejuaraan yang berbeda.
Dalam susunan tim baru, Binder menggantikan posisi yang saat ini diisi oleh Danilo Petrucci—dengan keterlibatan Petrucci di program WorldSBK BMW akan berakhir setelah musim 2026. BMW menyatakan sedang menjajaki kemungkinan untuk tetap bekerja sama dengan Petrucci di area lain.
Jejak karier bersama KTM
Sebelum keputusan ini, Binder telah menapak karier panjang bersama KTM. Ia bergabung dengan program Moto3 KTM pada 2015 dan meraih gelar juara dunia Moto3 pada 2016. Kariernya berlanjut ke Moto2, lalu ia tetap berada dalam struktur balap pabrikan Austria saat naik ke kelas utama bersama Red Bull KTM Factory Racing pada 2020.
Pencapaian awalnya di MotoGP termasuk kemenangan bersejarah bagi KTM: Binder mengantarkan KTM meraih kemenangan pertamanya di kelas utama pada Grand Prix Ceko saat musim rookie-nya. Sejak itu ia berhasil mengumpulkan dua kemenangan di kelas primer dan tambahan sembilan kali naik podium.
Tantangan adaptasi dengan BMW M 1000 RR
Kepala BMW Motorrad Motorsport, Sven Blusch, menyoroti ambisi Binder sebagai salah satu alasan perekrutan. Menurut Blusch, tujuan Binder cukup jelas: ia ingin bersaing untuk gelar juara dunia. Namun demikian, Blusch juga mengakui bahwa Binder akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan karakter BMW M 1000 RR dan dinamika kejuaraan WorldSBK yang berbeda dari MotoGP.
Perbedaan karakter antara motor prototype MotoGP dan superbike produksi akan menjadi salah satu titik kunci dalam proses adaptasi Binder. Selain aspek teknis mesin dan sasis, regulasi, pengaturan elektronik, serta gaya balap yang diperlukan untuk menghasilkan performa maksimal pada Superbike juga akan menuntut pendekatan yang berbeda.
Reuni dengan Miguel Oliveira dan dampak bagi penggemar
Langkah ini juga akan mempertemukan kembali Binder dengan Miguel Oliveira, yang sudah lama menjadi rekan di berbagai jenjang kejuaraan—mulai dari Moto3, Moto2, hingga MotoGP. Reuni ini memberi sentimen tersendiri bagi penggemar yang mengikuti perjalanan duo tersebut sejak level junior hingga kelas utama.
Bagi suporter motorsport Afrika Selatan, keputusan Binder menandai penutupan babak kerja sama panjangnya dengan KTM yang sempat mengantarkan gelar dunia dan sejumlah kemenangan di level tertinggi. Meski begitu, perpindahan ke BMW membuka kemungkinan baru bagi Binder untuk menargetkan gelar WorldSBK.
Perpindahan dari MotoGP ke WorldSBK juga menegaskan perubahan fokus karier Binder—dari membalap di platform prototype ke kompetisi yang lebih dekat dengan motor produksi massal. Musim debutnya di WorldSBK pada 2027 akan menjadi titik pengukuran sejauh mana pengalaman dan kecepatan Binder mampu diterjemahkan ke format yang berbeda ini.
BMW akan memasang ekspektasi tinggi pada Binder, sementara proses adaptasi diprediksi menjadi bagian penting dari persiapan musim 2027. Keputusan ini menambah dinamika di grid WorldSBK dan tentu akan menjadi salah satu cerita menarik menjelang pembalapan musim depan.
